Alasan Kurang Tidur Kerap Sebabkan Depresi

Kurang tidur memang menyebabkan banyak masalah bagi tubuh kita. Mulai dari kelelahan, sakit punggung, menurunkan kecerdasan hingga depresi. Mengapa kurang tidur pada orang dewasa kerap menyebabkan depresi?

Berdasarkan penelitian beberapa jurnal internasional, orang-orang yang memiliki pola tidur sehat, yaitu 7-8 jam tiap harinya terbukti lebih bahagia daripada yang tidur kurang dari 7 jam tiap harinya. Sebanyak kurang lebih 65% bebas dari stress dan depresi. Alasannya adalah saat tidur kita cukup, amygdala dalam tubuh akan bekerja dan mengatur emosi kita. Jika demikian maka amygdala ini akan membuat tubuh kita menjadi lebih rileks dan membuat perasaan kita menjadi lebih bahagia.

Kurangnya istirahat dan tidur di malam hari akan membuat bagian otak depan (prefrontal cortex) akan kehilangan dayanya dalam mengendalikan amygdala, sehingga emosi akan bergejolak dan menyebabkan seseorang pada akhirnya mudah mendapatkan stress dan depresi. Jika kurang tidur dilakukan terus menerus dalam jangka panjang, maka kemungkinan besar Anda dapat menderita gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan mungkin muncul pikiran-pikiran untuk mengakhiri hidup.

Maka dari itu ketahuilah bahwa tidur yang cukup sangat dianjurkan untuk menghindari Anda dari stress dan depresi. Bagi Anda yang kerap memiliki pola tidur yang buruk inilah saat yang tepat untuk kembali mencoba mengambil setidaknya 7-8 waktu tidur tiap harinya untuk miliki pola tidur yang lebih baik dan bebas dari depresi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *