Lampu Tidur

Bukan hal baru mendengar saran tidur dengan lampu dimatikan. Ternyata, lampu mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Tidur dengan lampu menyala bisa menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mendorong tidur. Walaupun kita memejamkan mata pun, paparan cahaya yang dideteksi oleh otak akan membingungkan tubuh alhasil produksi hormon melatonin pun tak seberapa banyak.

Pasalnya, bahayanya terpapar cahaya semalaman tak hanya pada kesehatan tidur, tapi juga memicu depresi bahkan risiko kanker.

Namun, jika Anda benar-benar membutuhkan pencahayaan untuk membantu tidur, gunakan lampu tidur. Tapi jangan asal beli, bohlam lampu adalah yang terpenting untuk dimengerti karena warna bohlam bisa mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, dan masing-masing warna memberikan efek yang berbeda pada tubuh.

Warna biru adalah yang terburuk, terlebih karena pengaruhnya pada suasana hati, sama seperti warna putih. Merah justru tak berdampak buruk pada kesehatan. Dokter Michael Grandner, seorang anggota dari Program Perilaku Obat Tidur di University of Pennsylvania menyatakan warna merah dan warna oranye adalah yang terbaik sebagai warna untuk tidur.

“Warna kemerahan, kekuningan, dan jingga adalah yang tepat untuk membantu tidur Anda karena ketiga warna ini digunakan mata untuk menandakan malam hari. Sedangkan siang hari ditandakan dengan cahaya warna kebiruan dan kehijauan,” Dr. Grandner menjelaskan.

Opsi lainnya adalah matikan lampu kamar, nyalakan lampu kamar mandi (atau letakkan lampu malam di kamar mandi) sebagai gantinya. Anda masih mendapat pencahayaan yang memadai dan tak khawatir akan risiko kesehatan karena tidak terpapar cahaya semalaman.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *