Pengaruh Posisi Tidur Pada Kesehatan

Tak hanya dipengaruhi dari kondisi kualitas kasur, penyakit yang kerap timbul ketika bangun tidur bisa juga disebabkan oleh posisi tidur yang kurang menunjang kesehatan. Berikut arti dari berbagai posisi tidur, menurut artikel situs organisasi Sleep.

 

Tidur telentang

Posisi tidur ini adalah posisi tidur yang terbaik, dan hanya 8% orang yang melakukannya. Dengan tidur telentang memungkinkan kepala, leher, dan tulang belakang untuk beristirahat dalam posisi netral karena tidak ada tekanan pada area tersebut, jadi kita tidak akan mengalami rasa sakit.

Pastikan untuk menggunakan bantal yang mengangkat dan juga mendukung kepala. Namun, posisi tidur ini bisa membuat lidah menghalangi tabung pernapasan, sehingga menjadi posisi yang berbahaya terutama bagi penderita sleep apnea (kondisi yang menyebabkan periode sesak napas). Posisi ini juga bisa membuat mendengkur lebih parah.

 

Tidur menyamping

Dengan tubuh dan kaki relatif lurus, posisi tidur ini membantu menurunkan refluks asam. Dan karena tulang belakang posisinya memanjang, ia tidak akan menimbulkan nyeri punggung dan nyeri leher. Selain itu tidur menyamping membuat saluran udara tetap terbuka sehingga cenderung tidak menimbulkan dengkuran. Sebanyak 15% orang dewasa memilih untuk tidur menyamping.

Satu kelemahannya adalah menyebabkan kerutan, karena separuh wajah kita yang mendorong ke bantal.

 

Tidur posisi janin

Posisi tidur paling populer, dengan 41% orang dewasa memilih posisi ini. Posisi janin, di mana kita tidur menyamping dengan tangan dan kaki menekuk, adalah posisi tidur terbaik untuk wanita hamil (menghadap ke kiri). Khususnya bagi wanita hamil, posisi ini meningkatkan sirkulasi dalam tubuh dan janin, juga mencegah rahim menekan ke hati (yang letaknya di sisi kanan). Posisi ini juga pilihan yang tepat untuk pendengkur.

Kelemahannya, terutama jika kita meringkuk terlalu kuat, bisa membatasi pernapasan diafragma. Ini tentu akan berakibat buruk di pagi hari, terutama untuk penderita radang sendi di persendian atau punggung. Maka dari itu, penting untuk menyeimbangkannya dengan meluruskan tubuh sebanyak yang kita bisa. Selain itu, buat posisi ini lebih nyaman untuk pinggul dengan meletakkan bantal di bawah pinggul.

 

Tidur tengkurap

Meskipun baik untuk mengurangi dengkuran, posisi ini adalah yang terburuk dalam hal lain. Kelemahan dari posisi tidur ini adalah bisa menyebabkan nyeri punggung dan leher, karena sulit menjaga tulang belakang dalam posisi netral. Selain itu juga menekan otot dan sendi yang bisa berakhir dengan mati rasa, kesemutan, nyeri, atau bahkan iritasi saraf.

Jika Anda berada di kondisi yang mengharuskan untuk tidur tengkurap, cobalah berbaring telungkup untuk menjaga saluran udara atas tetap terbuka — alih-alih dengan kepala Anda menghadap ke satu sisi — dengan dahi Anda disandarkan di atas bantal untuk memungkinkan ruang bernafas.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *