Susu Dan Kantuk

Susu pada umumnya mengandung triptofan yang kemudian menghasilkan serotonin (rasa bahagia dan kenyenyakan tidur) dan juga melatonin (siklus tidur-bangun). Adapun kandungan kalsium yang dapat membantu seseorang untuk tetap tertidur di malam hari.

Namun, tahukah Anda sebuah perusahaan di Jerman mematenkan sebuah produk susu yang unik?

Susu malam

Perusahaan Jerman, Milchkristalle GmbH, mempatenkan produk susu bernama nachtmilch kristalle (nightmilk crystals). Pasalnya susu malam ini mengandung melatonin dan triptofan yang lebih banyak dari susu biasa.

Dilaporkan The Guardian melalui situs resminya, penulis Journal of Medicinal Food mengatakan, melatonin dan triptofan adalah dua zat yang terbukti membantu tidur dan mengurangi kecemasan. Maka, dengan jumlah kandungannya yang banyak dalam susu malam, besar kemungkinan susu malam memiliki efek seperti obat penenang.

Mungkinkah susu malam bisa menjadi solusi kesulitan tidur yang dihadapi banyak orang?

 

Penelitian susu malam

Penelitian terhadap hewan yang ditulis dalam studi di Seoul, Korea Selatan mengatakan bahwa efek susu malam memberi perubahan terhadap kebiasaan tidur para tikus lab yang menjadi objek penelitian. Dilaporkan di situs Mic, susu yang diperah pada malam hari memberi efek penenang dan mengubah perilaku tidur pada tikus.

Tikus-tikus lab diberikan bubuk susu yang telah dikeringkan sebanyak 100 mg, dari sapi yang diperah pada siang hari dan juga dari sapi yang diperah pada malam hari. Dua Jenis bubuk susu ini kemudian dicampur masing-masing dengan air. Dalam susu malam terkandung triptofan 24% lebih banyak, dan juga melatonin yang hampir 10 kali lipat lebih banyak dari susu siang. 30 menit setelah mengkonsumsi susu malam dan susu siang, tikus lab diberikan pentobarbital (obat kecemasan dan insomnia).

 

Lebih efektif dari susu biasa?

Susu malam, walaupun mengandung triptofan dan melatonin lebih banyak dari susu biasa, tidak berarti bisa langsung menjadi solusi untuk kesulitan tidur kita.

Perlu diketahui bahwa efek dari susu malam belum dicoba pada manusia. Walaupun secara ilmiah teori yang sudah ada tersebut masuk akal, belum tentu efek yang tercatat pada tikus sama hasilnya pada manusia. Berbeda dengan suplemen khusus yang sudah diteliti dan ada perhitungan dosisnya.

 

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda bersedia uji coba susu malam?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *