Warna Kamar Untuk Tidur

Walau tidak langsung “memerintah” otak untuk tidur, beberapa warna yang akan dibahas berikut ini akan mendorong rasa kantuk dan bisa menjadi ide untuk mendekorasi ulang kamar.

Menurut situs Tuck, warna yang terlalu terang atau tegas akan menstimulasi otak dan menciptakan rasa waspada, bukan relaksasi. Untuk kamar tidur, pakai warna yang lebih halus, pastel, atau nuansa warna yang redam. Warna netral yang berbasis bumi atau kulit bersifat menenangkan, dan mengalirkan energi positif (menurut fengshui).

 

Biru

Warna biru menyalurkan ketenangan kepada otak melalui mata kita. Reseptor khusus di retina mata yang disebut sel ganglion adalah paling sensitif terhadap warna biru.

Menurut artikel dari situs organisasi Sleep, sel-sel ganglion bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi ke bagian otak yang mengontrol ritme 24 jam tubuh, yang pada gilirannya mempengaruhi segalanya mulai dari kinerja hingga apa yang kita rasakan secara fisik di siang hari. Warna biru dikaitkan dengan perasaan tenang yang, ketika diambil oleh sel ganglion, diteruskan ke otak, membantu mengurangi tekanan darah dan detak jantung, yang semuanya membantu kita menerima tidur malam yang nyenyak.

Warna lain

Warna selain biru yang bisa membantu tidur adalah abu-abu, perak, dan netral. Warna-warna dingin ini membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Jika ingin memakai warna yang lebih hangat, gunakan kuning pucat.

Menurut situs Sleep Academy, warna hijau juga tepat untuk kamar tidur karena menciptakan lingkungan yang tenang sehingga membantu relaksasi dan mendorong kantuk. Sementara warna jingga tak Hanya menyalurkan kehangatan, juga membantu menciptakan suasana yang stabil, menenangkan dan bahkan dapat membantu pencernaan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *