Waspada Konsumsi Gula Berlebih

Walau tidak menerapkan budaya trick or treat, tak urung banyak hal yang bisa mendekatkan suasana Halloween kepada kita. Dekorasi-dekorasi kecil untuk di kamar, alat-alat tulis, dan camilan-camilan manis yang sulit dihindari. Donat, permen, kue kering, es krim adalah sekian banyak yang sulit dihindari terlebih dari jangkauan anak-anak terutama karena bentuk dan rupanya yang menyenangkan.

 

Efek gula pada tidur

Menurut studi dari Universitas Columbia via situs web Men’s Health, banyak mengkonsumsi gula bisa menarik kita keluar dari fase tidur nyenyak karena dorongan gairah (sleep arousal) tanpa benar-benar membuat kita terbangun dari tidur. Hal ini akan membuat kita kelelahan di keesokan hari karena ketika kita kembali tidur, fase tidur bersifat lebih ringan dan kurang menyegarkan.

Gula dan anak

Dilaporkan di situs Republika, asupan gula yang relatif tinggi pada anak akan membangkitkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Lebih parahnya lagi anak menjadi kebal terhadap insulin sehingga rentan terhadap diabetes tipe-2.

Mengutip dari situs web Detik bagian kesehatan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan jumlah asupan gula yang tepat, terutama pada anak. Untuk anak usia 1-3 tahun, baiknya konsumsi gula sebanyak 4-5 sendok teh dan anak usia 4-6 tahun sebanyak 5-8 sendok teh.

 

Membatasi (terutama untuk anak)

Demi kualitas hidup yang lebih baik, ada beberapa tips dari Liputan6 yang bisa diikuti orangtua untuk memberikan asupan gula sehat pada anak. Ketika anak meminta es krim, ajaklah untuk makan frozen yoghurt dan anjurkan memilih topping buah-buahan. Daripada membeli jus buah kemasan, buatlah jus buah sendiri di rumah agar terhindar dari kandungan gula yang tak sehat. Bicara soal produk kemasan, sudah waktunya untuk mulai membiasakan diri memeriksa label yang tertera pada kemasan.

Menerapkan gaya hidup sehat adalah anjuran yang penting untuk diterapkan sejak dini, sehingga anak tidak terbiasa terlena dengan asupan-asupan yang tak bergizi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *